Bait-bait Kesal
Diterompet tua yang kumainkan
Senandungnya masih tentangmu
Yang teduh pada keluh-keluh
Dimana rindangnya telah gugur ...
Jauh setelah patah merintis sabar
Yang terbakar adalah emosi
Retak di sekujur bias
Terlelap sedetik berpura-pura,
Untuk menghilang sekejap mata ...
Entah seberapa giat bersabar
Seberapa niat nada-nada menghambar
Untuk satu perbincangan,
Untuk rindu yang runtuh bersaingan ...
Lantas, senandung mana yang meluluhkan ?
Semilir mana yang menderu haru?
Untuk melunasi rindu,
Kubiarkan kau berpura-pura
Hingga peraduan membilas sesak
Sesaat atau selamanya ...
__ Denpasar // September
Tidak ada komentar:
Posting Komentar