Akhir untuk Alena
Lena yang berhati
mulia,
Dimana senyum tulus
di langit sore kemarin ?
Apa hilang di hembus
angin laut menuju beranda ?
Aku paham tulus akan
sanggupi permintaan hati,
Tetapi mestinya hati
lebih mampu mengenal hati,
Kau tahu,
Keinginan hati
berseteru ego hanya akan rumitkan hubungan,
Percuma minta aku
jadi purnama padahal hari terik panas,
Tak ada guna minta
aku jadi petang sedang senja beranjak pergi,
Kau paksakan aku jadi semesta sedang kau tahu persis aku bukan pencipta,
Mestinya apa yang aku
punya kau bangga dengan rendah hati,
Bukan sanggupi senyum
di depan muka lalu melukai di belakang muka
Pergilah,
Pergi jika bara api
masih menyala,
Aku pastikan hati baik
meski tergores,
Aku tak ingin
menyelam di laut fitnah,
Dengan ini semoga kau
paham,
Tulus itu kesanggupan
hati
Jalan pergi masih sepi lena,
Jika kelak langkah
itu temui keraguan,
Jangan berbalik,
Sebab tak ada lagi
aku di belakang keputusan,
Tak ada lagi aku di
belakang kebuntuan,
Semoga tak tersesat.
__Denpasar, 25 Mei
Tidak ada komentar:
Posting Komentar