OBROLAN MASA LALU
Mengarungi hujan dalam badai kemesraan,
Berteduh di pondok-pondok cinta yang pernah disinggahi,
Lalu bersetubuh dengan kisah-kisah yang telah disudahi.
Tentang kamu pada pelukan cinta diatas sepeda buntut,
Hingga kecupan rayu di bibir gelas candu,
Atau tentang dekapan mesra pada kisah buntu,
Hingga gumpalan ingatan di kasur kusut,
Seketika pecah berantakan oleh denting-denting detik lupa notifikasi,
Buku-buku kenangan masih tertata rapi walau isinya kusam,
Tangannya seakan merayu tetap tinggal,
Sampul gagah miliknya berdebu berbisik, rindu!
Ah, ternyata masih banyak cinta yang menyapa,
Ah, ternyata masih banyak cinta yang menyapa,
Sebelum Akhir,
Dari kesan berpisah yang siratkan kegagalan dengan niat,
Hingga paksakan berjarak simpulkan akhir paling durhaka,
Semoga tujuan mengizinkan kita masih searah,
Meski tangan menggenggam masa depan lain.
_Denpasar, 09 Juni
_Denpasar, 09 Juni
Tidak ada komentar:
Posting Komentar