PERIHAL RINDU
Rukmana,
Ada rindu di kopi pekat ku
yang kau biarkan terlantar,
Cangkirnya berduka siratkan
kurang pada nikmatnya,
Berapa lama lagi purnama izinkan
jarak sejengkal tatapan ?
Berapa lama lagi waktu
menjawab temu pada tanya kau pulang ?
Raga terus merayu hadir yang
dibunuh jarak,
Kesedihan menyetubuhi
air mata deras tak kompromi,
Apa rindu ini layak didiamkan
lebih lama ?
Atau paksakan sempat pun masih
dianggap tak tepat ?
Rukmana,
Tentang cinta yang mampukan
hati tegar meski hari tak lengkap,
Aku bersih keras melawan
badai meski hujan setubuhi angin tak terkendali,
Nyali belum kalah sebab
sabar ku kuat pada dua kata pesan,
Love You, apa kau paham ?
Tak masalah perihal sepi yang
bertarung sabar pada hari-hari pelampiasan,
Walau lekukan pipi siratkan
pesan cemberut paling munafik,
Aku hanya ingin kau tahu,
Ada tulus berbesar hati menaklukan perih perihal alasan,
Hingga aku mampu membaluti
luka meski luka terus melukai,
Rukmana,
Pahamilah gelisah, lekaslah
pulang,
Walau sebatas melunasi rindu,
Tak apa, aku menunggu.
__Denpasar, 02 Mei
Tidak ada komentar:
Posting Komentar